Assalammualaikum wr.wb
FOTOGRAPHY
Apa sih pengertian fotografi itu? Yuk baca 😊
Fotografi
dapat diartikan sebagai sebuah seni dan penghasilan gambar dan cahaya pada
film. Menurut wikipedia fotografi adalah proses melukis atau menulis dengan
menggunakan media cahaya. Sedangkan masyarakat pada umumnya, mengartikan
fotografi adalah suatu proses atau metode untuk menghasilkan gambar ataupun
foto dari suatu objek dengan cara merekam pantulan cahaya yang mengenai pada
objek tersebut pada alat atau media yang peka cahaya.
Dalam
sebuah seni tentu akan menghasilkan karya yang bagus ketika semua sesuai
dengan prosedur yang ada. Ada Berbagai macam prosedur yang menjadi faktor
mendukung kualitas hasil suatu karya agar terpenuhi semua kebutuhannya. Ada
banyak orang yang menekuni fotografi sebagai sebuah hobi namun tidak sedikit
juga yang sudah menjadikan fotografi menjadi pekerjaan profesional, untuk
itu banyak hal yang perlu dilakukan untuk menguasai ilmu dasar fotografi. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam
belajar teknik dasar fotografi bagi pemula. Berikut
beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam belajar teknik dasar fotografi bagi
pemula.
- Pengetahuan Dasar Fotografi Yang Perlu Diketahui Fotografer
- Macam Macam Teknik Dasar Fotografi Berdasarkan Genre dan dibawah ini
- Komposisi
Komposisi
ini adalah pengaturan suatu objek yang akan diambil gambarnya. the
rule of thirds adalah sebuat aturan yang membuat
dimana Anda harus membayangkan sebuah bingkai persegi panjang menjadi 9 bagian
yang berukuran sama. Disini Anda membutuhkan garis-garis vertikal horizontal
dan bayangan kemudian coba untuk menyelaraskan dengan objek utama agar
komposisinya terlihat seimbang dan estetis.
- Tekstur
Kecermatan
dari seorang fotografer merupakan sebuah hal wajib. Tekstur ini melibatkan foto
berupa kompleksitas dari permukaan objek dari misal sepotong kayu atau benda
bermotif yang seolah olah bisa disentuh setelah gambar atau foto diambil.
- Kedalaman
Kedalaman
dari sebuah foto adalah penciptaan dari rasa tiga dimensi dalam sebuah gambar
atau foto. Kedalaman ini dapat diciptakan dengan mengatur fokus, framing
dan sudut pandang. Titik fokus melibatkan banyak zoom di beberapa objek
tertentu, sehingga objek foto akan tampak begitu bening sementara di
sekelilingnya buram. Sementara framing dapat di identifikasi objek yang seolah
tampak dekat, padahal sebenarnya jauh.
- Garis
Sama
seperti seni pada umumnya di dalam sebuah foto, garis dapat membimbing mata
seorang fotografer untuk dapat memperhatikan sekitar objek, sehingga mampu
menghasilkan sebuah foto yang menarik. Contohnya, garis yang tidak
beraturan bisa dianggap sebagai sebuah pesan penyampaian suasana hati yang
berbeda. Sedangkan garis horizontal dapat berarti stabilitas, vertikal adalah
kekuasaan, kekuatan, serta pertumbuhan, sementara garis diagonal bisa
menyampaikan tindakan dan dinamisme.
- Cahaya
Cahaya
adalah elemen wajib yang harus ada, sesuai dengan makna fotografi itu sendiri.
Karena seorang fotografer harus mengetahi berapa banyaknya cahaya dan arah
cahaya datang karena bisa mempengaruhi hasil foto. Arah datangnya suatu cahaya
merupakan esensi cukup penting yang mengacu pada lokasi serta sumber asli
cahaya untuk menentukan pendistribusian bayangan pada suatu foto.
- Pola dan Bentuk
Pada
fotografi ada 3 aspek yang mendukung pola dan bentuk, yaitu, ritme, simetri,
dan segitiga. Ritme merupakan bentuk dari foto yang diulang, sedangkan simetri
merupakan sebuah foto yang diambil dari dua sisi yang berbeda, sementara
segitiga terbentuk dalam sebuah foto dari sebuah garis diagonal. Dengan adanya
pola dan bentuk tentu akan membuat hasil sebuah foto akan tampak lebih menarik.
- Perspektif
Teknik
Dasar fotografi terakhir adalah titik pandang atau persepektif posisi foto itu
diambil. Titik pandang yang berbeda beda antara satu fotografer dengan lainnya
dapat menghasilkan foto dan persepsi yang berbeda. Misalkan hasil foto dari
persepektif atau sudut rendah berarti dominasi, kekuatan, dan otoritas.
Sebaliknya, titik pandang tinggi menyampaikan kerentanan dan kelemahan.
Pengetahuan Dasar Fotografi Yang Perlu Diketahui
Fotografer
Sebelum
mempelajari berbagai teknik dasar fotografi , kita haruslah mengetahui beberapa
hal mendasar dalam fotografi. seperti pada bahasan sebelumnya diatas, saat ini
kita akan lebih mempelajari hal lebih teknis terutama pada dasar pengetahuan
fotografi yaitu pengetahuan dasar penggunaan kamera, yang akan dijelaskan
sebagai berikut:
1.
LENSA
Fungsi
utama dari sebuah lensa kamera adalah untuk mengumpulkan semua
cahaya.Pengaturan masuknya cahaya ini bergantung pada setingan aperture yang di
atur dan dikontrol oleh iris. Semakin besar diameter dari aperture,
semakin banyak pula cahaya yang masuk kedalam lensa tersebut. Ini seperti
halnya mata kita, bila kita ngcilkan atau menyipitkan mata kita, maka keadaan
sekitar pandangan akan menjadi gelap. Coba saja kita melihat matahari
yang sangat terang, kita secara reflek pasti menyipitkan mata kita, begitu juga
dengan lensa kamera.
2.
DIAFRAGMA
Diafragma
pada lensa kamera biasanya berbentuk lubang mirip sebuah lingkaran atau
segi tertentu. Ia dibuat dari sejumlah lembaran logam berukuran umumnya 5, 7,
atau 8 lembar yang dapat diatur atau di kontrol untuk mengubah ukuran dari
lubang di mana cahaya akan masuk.
Diafragma
pada sebuah kamera merupakan salah satu faktor yang penting dalam mempengaruhi
banyak tidaknya penerimaan cahaya yang masuk pada sebuah foto atau
gambar. Semakin kecil angka diafragmanya, maka semakin banyak sinar yang masuk. Diafragma
juga menentukan kualitas dari lensa kamera. Semakin kecil angka dari diafragma
lensa tersebut berarti semakin tinggi kualitas lensa nya. Diafragma biasanya
disingkat dengan (f), atau biasa juga disebut Aperture atau Bukaan.
3.
PANJANG LENSA
Panjang
lensa suatu biasa disebut Focal Length (satuan mm). Panjang
pada lensa dapat mempengaruhi:
- · Jarak Pengambilan Gambara
- · Sudut Pandang (persepektif)
- · Pembesaran
- · Bukaan Dari Diafragma (f)
Lensa
Khusus:
Terdapat
berbagai lensa khusus yang digunakan hanya pada situasi tertentu seperti :
- ·
Lensa
Makro (Macro Lens)
- ·
Lensa
Tele
- ·
Lensa
pengoreksian perspektif pada subjek
- · Lensa Lunak (biasa disebut Soft Focus Lens)
4.
Sifat Film
Kualitas
suatu foto atau gambar sangat ditentukan dari kepekaan film tersebut terhadap
sinar (biasa disebut ISO/ASA/DIN). ISO/ASA RENDAH: Dapat
menghasilkan detail foto yang lebih tajam. Setelah
memahami dengan baik dasar fotografi, Anda bisa terus belajar dengan semakin
sering memotret berbagai objek menarik yang Anda temukan.
Macam Macam Teknik Dasar Fotografi Bedasarkan Genre
Setelah
mendapatkan dasar pengetahuan fotografi bagi seorang fotografer kali ini
kita akan mengetahui macam macam teknik fotografi yang dapat di pelajari
dan di terapkan dalam keadaan tertentu untuk menjadi seorang fotografer yang
profesional.
- Teknik High Speed Photography
Teknik
dasar fotografi ini menggunakan teknik kecepatan sebagai unsur utamanya. Foto
atau gambar yang dihasilkan dari teknik ini merupakan gambar yang
didapatkan dalam waktu yang sangat amat cepat. Timing dari pengambilan gambar
menjadi faktor kunci utama dalam teknik fotografi ini. seorang fotografer
harus mampu memotret percikan air, sebuah balon meledak, atau buah yang di
celupkan ke air misalnya. adalah contoh penerapan teknik dasar fotografi High
Speed Photography atau kita biasa sebut jyga dengan Fotografi Kecepatan Tinggi
Tujuan
dari teknik fotografi kecepatan tinggi ini adalah memotret objek yang bergerak
dengan cepat yang hanya dapat dilihat oleh kasat mata. Untuk mempelajari teknik
fotografi ini, kita harus bisa memotret peristiwa dengan mengikuti alur urutan
yang dapat diprediksi. Atau kita harus mampu mendeteksi trigger, menunggu event
lalu tekan tombol shoot.
Misal,
untuk memotret setetes air yang jatuh mengenai permukaan, pertama yang
perlu Sobat ketahui adalah waktu ketika tetesan itu akan mulai jatuh.
Berikutnya, Sobat buat penundaan (delay) antara trigger dan event setelah
itu ambil gambar. Ada
dua cara untuk melakukan high speed photography dengan timer yaitu pertama
menggunakan shutter kamera dan cara kedua menggunakan flash elektronik..
- Tilt-Shift Photography
Teknik
Tilt-Shift fotografi adalah teknik manipulasi pergeseran (shift)
serta kemiringan (tilt) yang dilakukan pada lensa, relatif terhadap posisi
sensor kamera. Dengan tujuan adalah agar dihasilkan hasil gambar dengan
perspektif yang berbeda juka dibandingkan dengan tanpa melakukan teknik
manipulasi ini.
Kenapa
disebut perspektif yang berbeda ini karena memang aturan dasar seperti Depth of
Field (DoF) dan wide curve yang dihasilkan akan nampak “tidak wajar”. Misal:
DoF yang harusnya bernilai relatif berdasarkan jarak objek dengan kamera, dan
Tilt-Shift tidak selalu demikian.
Teknik
dasar fotografi tilt shift ini juga membutuhkan pergerakan khusus dan kamera
yang berukuran sedang, selain itu juga teknik ini membutuhkan lensa khusus.
Pada Dasarnya teknik Tilt akan memberikan hasil gambar tajam, dan
shift akan menghasilkan gambar yang blur dengan halus.
- Black and White Photography
Seperti
yang kita ketahui Teknik dasar fotografi ini mempunyai hasil foto atau gambar
yang warnanya hitam dan putih. Memotret foto hitam putih dapat dilakukan
dengan sangatlah mudah dengan mengubah settingan pada kamera anda menjadi monokrom,
satu warna, yaitu hitam atau putih. Ya memang terdengar mudah, tapi ada
beberapa unsur lainnya yang perlu diperhatikan dalam teknik
fotografi hitam putih atau monocrom.
Salah
satu unsur yang perlu diperhatikan diantara lain adalah cahaya dan komposisi
foto. Pencahayaan merupakan faktor utama karena warna hitam putih sangat
membutuhkan cahaya untuk menangkap shadow atau bayangan dari objek. Komposisi
dalam foto juga faktor yang tak kalah penting karena keselarasan
dari kedua warna hitam dan putih adalah faktor mengapa foto monkrom
menjadi indah dan baik.
Warna
hitam putih dalam fotografi merupakan penciptaan suatu gambar monokromatik
dengan menggunakan teknik dasar fotografi. Dengan penggunaan kamera film
tradisional ataupun kamera digital. Cahaya dalam foto hitam putih ini
memengaruhi media gambar sedemikian rupa untuk membuat jejak permanen adegan
pada media tersebut. Dan kemudian Media ini diolah untuk membuat gambar
akhir atau foto.
- Motion Blur Photography
Adalah
teknik fotografi yang objek utama nya adalah bebagai benda bergerak
dengan latar atau background yang blur. Misalnya kendaraan berjalan. pada
teknik ini kita harus dan harus memfokuskan objek yg sedang bergerak. . Saat
pemotretan, fokuskan pada objek, lalu ikuti gerakan objek tersebut degan
menggeser arah kamera searah dengan gerakan objek.
Teknik
motion blur memiliki ciri yang hampir serupa dengan teknik dasar
fotografi High Speed, Teknik ini juga memanfaatkan kecepatan dari suatu objek
yang bergerak. Namun perbedaannya adalah pemotretan teknik motion ini sedikit
lebih mudah dari teknik high speed. Untuk mengambil sebuah foto dengan teknik motion
blur dapat dilakukan dengan kamera biasa yang diseting slow shutter speed.
- Infrared Photography
Teknik
dasar fotografi ini pada dasarnya adalah mengambil gambar dengan menggunakan
cahaya infrared, tapi pengambilan cahaya infrared tersebut tidak semuanya
infrared. Penggunaan tersebut dapat diatur pada settingan kamera anda masing-masing.
Alat yang diperlukan untuk membuat fotografi infrared adalah: Kamera digital
dengan sentivitas yang baik terhadap infrared.
Filter
kamera yang jelas (contohnya adalah wrattten 89B filter).Image processing
software.
- Night Photography
Melakukan
pengambilan foto dimalam hari juga mempunyai tekniknya sendiri. Tekniknya
adalah dengan mengandalkan pencahayaan dan timing dalam melakukan foto. Cahaya
dapat dibuat sendiri dengan menggunakan lampu karena pada malam hari tidak ada
matahari. Hasil dari teknik dasar fotografi malam hari akan ditentukan dengan apertur
yang disesuaikan dengan timing foto.
- Smoke Art Photography
Sesuai
dengan namanya berikut merupakan teknik dasar fotografi untuk mengambil foto
asap, ya, asap. Fotografi ini mengambil gambar asap karena asap mempunyai
lekukan yang bervariasi sesuai dengan udara yang ada di ruangan. Cara
pengambilan foto asap ini dapat digunakan dengan menggunakan dupa, karena dupa
cukup murah, fleksibel, dan tahan lama. Warna asap dalam foto dapat diubah
dengan software editorial sehingga foto menjadi lebih variasi.
- Macro Photography
Makro
pada dasarnya adalah teknik dasar fotografi yang dilakukan secara dekat kepada
benda yang lebih kecil. Makro membutuhkan lensa makro dan kamera yang mendukung
foto makro pada dasarnya, sebenarnya juga dapat dilakukan dengan lensa normal
tetapi tidak sebaik makro. Lensa – lensa makro diantara lainnya adalah lensa
makro, lensa makro zoom, lensa close-up.
- HDR
High
Dynamic Range atau HDR adalah salah satu teknik dasar fotografi. HDR membantu
foto untuk mendapatkan pencahayaan lebih baik sehingga hasil gambar menjadi
lebih hidup. Teknik HDR membutuhkan software untuk mengatur kembali foto agar
hasilnya maksimal. Cara mengambil foto HDR dapat dilakukan dengan foto RAW auto
exposure dan foto yang dilakukan berulang, contohnya melakukan 5 foto dengan
eksposur dari -2 sampai +2.
- RAW processing
Sebelumnya
sempat dijelaskan mengenai RAW, tapi tidak secara detail. Singkatnya RAW adalah
gambar yang diambil tanpa melakukan kompres kepada file gambar. Kompres dapat
membuat gambar kekurangan kualitasnya dan tidak bisa mendapatkan hasil
maksimal. Foto RAW seperti sebuah variable dalam fotografi, perlu diolah lagi
sesuai dengan kebutuhannya dengan software fotografi.
- Panoramic Photography
Teknik
dasar fotografi panorama adalah teknik untuk mendapatkan foto lingkungan
sekitar secara luas. Foto panorama ini dapat diambil dengan menggabungkan
beberapa foto secara horizontal menjadi satu foto. Mengambil foto ini dapat
menggunakan kamera atau menggunkan smartphone. Khusus penggunaan kamera
disarankan menggunakan tripod karena membuat gambar menjadi stabil dan tidak
goyang.
- Architecture Photography
Foto
arsitektur akan menonjolkan sisi artistik dan keindahan yang terdapat pada
suatu bangunan. Bangunan tersebut diantara lain adalah rumah, kantor, gedung
tua, kastil, dan lainnya. Pengambilan gambar bangunan ini sangat dipengaruhi
dengan pattern, tekstur, dan warna.
- Low Light Photography
Penggunaan
cahaya dalam fotografi menjadi dasar utama dalam setiap teknik dasar fotografi.
Foto dengan intensitas cahaya kurang pun memunyai tekniknya sendiri untuk
menghasilkan gambar yang baik. Pada halnya teknik ini sangat mirip dengan foto
dalam malam hari tapi perbedaannya adalah low light tidak harus menunggu malam
tiba.
- Food Photography
Teknik
dasar fotografi ini sering dilakukan untuk membuat katalog, menu, poster, dan
lainnya yang berhubungan dengan promosional makanan. Fotografi makanan pada
umumnya memperhatikan pencahayaan dan komposisi dari makanan tersebut.
Pencahayaan digunakan untuk menentukan sisi makanan yang ingin ditonjolkan.
Dalam memperlihatkan tekstur kasar yang kelihatan oleh mata maka diperlukan
pencahyaan yang kuat. Sedangkan tekstur yang lembut dan kecil-kecil membutuhkan
cahaya yang lembut. Komposisi yang dimaksud disini adalah penggabungan makanan
atau tata letak makanan sampai makanan tersebut terlihat indah.
- Child Photography
Anak-anak
pada umumnya cukup sulit difoto karena mereka sering bergerak secara mendadak.
Pengambilan foto anak dapat dilakukan dengan kamera yang mempunyai gambar yang
tajam dan mempunyai sedikit noise. Pengaturan ISO dapat dilakukan dengan auto
dan dibuat 1600 untuk full frame dan 800 untuk non-full frame. Pengambilan
gambar terbaik adalah pada saat anak-anak telah makan dan mereka baru saja
bangun pada pagi hari. Alasannya adlaah mereka menjadi lebih aktif dan ceria
daripada waktu lainnya.
- Baby Photography
Mengambil
foto pada bayi lebih sulit karena bayi belum bisa mengerti apa yang dikatakan
oleh manusia lainnya pada umumnya. Pengambilan foto bayi dapat dilakukan dengan
menarik perhatian si bayi lalu melakukan foto dengan cepat. Foto yang dapat
dilakukan diantaranya adalah makro, close-up, black and white, dan tidak
terbatas juga untuk melakukan variasi lainnya. Hal yang harus diperhatikan
adalah jangan menggunakan flash secara langsung terhadap bayi. Mata bayi belum
mampu untuk menerima cahaya yang sangat terang seperti flash, bila ingin
menggunakan flash maka cahaya flash harus dipantulkan terlebih dahulu
- High-Key Photography
High key dan low key adalah
istilah yang digunakan untuk mendefinisikan exposure yang dominan terang atau
gelap. High key adalah foto yang secara garis besar memiliki tone yang terang.
Sementara foto yang sebagian besar areanya gelap, disebut low key. Mungkin anda
akan mengira karena sifatnya, foto dengan high dan low key tidak banyak memberi
kesan, namun sebenarnya foto seperti ini dapat menampilkan hasil yang memukau.
High key adalah gaya fotografi dimana gambar didominasi
oleh warna putih atau terang dengan kata lain sedikit mid-range. Sementera low
key adalah dimana subjek dikelilingi oleh warna gelap dengan sedikit highlight.
Keduanya menggunakan kontras secara intensif dan dapat digunakan untuk membuat
mood yang berbeda. Foto-foto high key cenderung ringan dan terang, dan dianggap
positif, sementara foto-foto low key seringkali memberi efek dramatis.
Foto-foto high key memiliki sedikit atau sama sekali
tidak memiliki shadow dan kurang kontras, subjek ditampilkan dalam warna yang
terang dan hampir sama dengan backgroundnya. Ada sedikit middle tone dan
seringkali tone warnanya hampir sama pada keseluruhan gambar. Salah satu subjek
high key yang bagus adalah potret orang, subjek difoto dengan latar belakang
putih dan biasanya memakai baju putih atau yang berwarna terang. Tingkat
exposure biasanya tinggi, tapi gambar jangan sampai overexposure.
- Candlelight Photography
Lilin
pun dapat menjadi subjek dari foto. Menampilkan foto yang baik dari lilin
mempunyai ISO 1600 dan lebih, serta menggunakan apertur yang besar untuk
menangkap gerakan api. Flash dapat dimatikan dan lebih baik menggunakan
eksposur secara manual. Lilin yang digunakan lebih baik dalam jumlah banyak
sehingga menjadi lebih artistik dan membuat bayangan lebih halus.
- Long Exposure Photography
Teknik
fotografi long eksposure sering digunakan pada lingkungan alam. Contohnya
adalah air terjun, ombak, pohon dan lain – lain. Cara mengambil gambarnya adalah
pengaturan eksposur, seperti namanya, eksposur dibuat menjadi interval cukup
panjang. Fotografi ini menggunakan ND Filter untuk membantu mendapatkan hasil
maksimal.
- Minimalist Photography
Fotografi
minimalis seperti namanya “minimal” menggunakan sedikit objek pada foto yang
diambil. Pengambilan foto minimalis sangat bergantung pada komposisi dari foto
tersebut. Pada umumnya foto ini mempunyai warna yang sangat cerah atau warna
hitam dan putih. Teknik dasar fotografi minimalis harus memberikan cerita atau
suatu makna walaupun foto tersebut hanya mempunyai satu objek didalamnya.
- Wildlife Photography
Teknik
berikutnya adalah mengambil gambar pada hewan yang berada di alam lepas. Teknik
ini cukup sulit untuk dipelajari karena banyaknya jenis hewan dan setiap hewan
mempunyai ciri khas tersendiri. Mengambil fotografi hewan liar menjadi sebuah
tantangan karena hasil yang lebih baik dapat didapatkan setelah mempelajari
dengan baik hewan tersebut. Hal yang dipelajari adalah gerak-gerik hewan,
keunikan hewan, dan lainnya. Pengambilan foto hewan liar juga harus dilakukan
dengan hati-hati karena hewan mempunyai insting yang tajam.
- Star Photography
Penggunaan
tripod menjadi dasar untuk mendapatkan foto bintang yang baik dan kamera yang
diatur dengan manual. Beberapa peralatan lainnya yang dapat digaunakan diantara
lain adalah lensa yang lebar, timer untuk kamera, dan jenis kamera adalah
full-frame. Foto bintang lebih baik dilakukan dengan perencanaan yang sangat
matang. Hal yang diperhatikan dalam melakukan foto bintang adalah gerakan
bulan, cuaca, dan posisi foto. Cara melakukannya adalah menyetel lensa kamera
menjadi selebar mungkin tapi tetap fokus.
- Street Photography
Teknik
street photography adalah teknik dasar fotografi yang menggambarkan kejadian
sehari-hari yang terjadi. Tidak perlu dilakukan pada jalanan, tapi bisa
dilakukan di tempat publik lainnya, selama memperlihatkan kegiatan manusia.
Hasil lebih baik apa bila dilakukan secara candid (tidak diketahui oleh yang
difoto). Teknik foto ini juga mengandalkan momen, emosi, dan komposisi untuk
ditampilkan dalam foto.
- Sports Photography
Fotografi
ini diambil pada saat jelang olahraga atau saat melakukan aktifitas dengan
dinamika yang cukup tinggi. Penggunaan ISO tinggi dan posisi foto menjadi kunci
dalam mendapatkan foto yang bagus. Lebih baik lagi jika dilakukan pada
momen-momen penting yang ada karena ekspresi manusia dan emosinya akan berubah.
Alat lain yang dibutuhkan adalah lensa zoom yang cukup besar dan tripod sebagai
penyangganya karena olahraga umumnya dilakukan di lapangan luas.
- Flash Photography
Penggunaan
flash tidak hanya sekedar untuk membantu penerangan saja, tapi ada tekniknya
tersendiri. Flash dapat memberikan fokus kepada objek yang diinginkan,
memberikan intensitas cahaya yang dibutuhkan pada titik tertentu, memaksimalkan
tekstur dari suatu benda. Lain dari itu flash juga dapat memberikan warna yang
berbeda jika diberikan filter warna didepan flash. Teknik flash ini dapat
diaplikasikan terhadap jenis fotografi lainnya, sehingga kuncinya adalah sering
lakukan eksperimen
foto
ini menampakan kecantikan pada kulit mereka yang halus. Foto ini memberikan
intensitas cahaya yang kuat dan pengaturan cahaya menjadi sangat penting di
teknik dasar fotografi ini. Tujuan dari high-key adalah menampakan keindahan
dari objek yang difoto dan menghilangkan bayangan sebisa mungkin.
24 Feb 2020 pukul 10.29
Terima Kasih, 감사합니다. Selamat Membaca semoga bermanfaat
wasalammualaikum wr.wb














Tidak ada komentar:
Posting Komentar